Malam semakin larut namun hati enggan untuk pulang, masih asik bermain bersama teman-teman. Setelah kejar-kejaran aku berhenti karena lelah dan menyandarkan diriku ke tembok, aku mendengar suara nyanyian perempuan dari arah jembatan belakang rumah. Aku membalikkan badanku dan melihat siapa yang sedang bernyanyi malam-malam begini.
Terlihat wanita paruh baya dengan rambut panjang dikepang sedang bernyanyi seperti menimang bayi, pandangan sedikit buram karna lampu penerangan dibelakang rumah hanya lampu kuning kecil. Dari bentuk badan dan rambutnya terlihat seperti bulek (bibi dalam bahasa jawa), bulek adalah panggilanku untuk memanggil ibu dari temanku yang rumahnya tepat dibelakang rumahku, tapi seingatku temanku tidak memiliki adik yang masih bayi. Aku terus memanggilnya "bulek, bulek, aku mainan disini", tapi bulek hanya terus bernyanyi dan bersenandung sambil seolah menimang bayi itu. Aku bertanya kepada teman-temanku, dan merekapun berkumpul. Ada yang melihat ada pula yang tidak melihatnya.
Aku dan beberapa temanku yang melihat bulek terus saja memanggil-manggilnya. Hingga akhirnya bulek pun menengok kearah kami, aku melihat setengah wajah bulek itu hancur dan darah mengalir membasahi baju kuningnya, matanya melotot dan hampir terjatuh. Seketika badanku kaku dan terdiam, setelah bulek kembali membelakangiku akupun akhirnya bisa berlari pulang sambil berteriak "setaaaan". Barulah teman-temanku yang lain ikut berteriak dan pulang kerumah masing-masing.
Dirumah aku bercerita ke mama dan langsung pergi tidur karena takut. Pagi hari setelah bangun hal pertama yang aku pastikan adalah melihat ujung selokan tempat bulek berdiri semalam, tapi bulek sudah tidak ada disana. Itu adalah pertama dan terakhir kalinya aku bertemu dengan bulek. Seram sekali jika mengingat wajah bulek semalam.
Nantikan selalu update Daily Horror dan Daily lainnya yakkk.. dadahhh


