Selasa, 24 Agustus 2021

Penunggu Sumber Mata Air


Hi guys kembali lagi dengan Daily Horror, cerita ini dari mamaku yaa, aku samar-samar mengingat kejadian ini. Hanya beberapa potongan memori saja yang terlintas saat mama menceritakan kejadian ini padaku. Jadi mamaku adalah orang yang hampir tidak pernah melihat sosok astral dalam hidupnya, nah dicerita kali ini merupakan kejadian menyeramkan yang pernah mama alami bersamaku dan bapak.



Awalnya kita akan berkunjung ke rumah nenek di desa, karena satu dan dua hal akhirnya kita berangkat agak sorean. Jam menunjukan pukul 16.00 WIB yang membuat mama tergesa-gesa dan berkata "ayo pak cepet, ini malam jum'at loh". Bapak kemudian bersiap mengendarai motor tuanya. Aku yang berusia 6 tahun saat itu duduk diatas tanki RX-King hitam birunya. Tanpa berlama-lama kita tancap gas menuju rumah nenek, tapi ditengah perjalanan mama ingat untuk membelikan makanan kesukaan nenek. Setelah berbelanja agak lama kemudian kita melanjutkan perjalanan, saat itu entah mengapa bapak memaksa untuk lewat jalan alternatif agar cepat sampai.



Awalnya mama menolak dengan alasan takut lewat jalan itu karena melewati hutan, tikungan curam dan menyeberangi jembatan diatas sungai terbesar di daerah tersebut. Tapi apalah daya, bapak sudah berbelok menuju jalan itu. Langit mulai gelap dan lampu jalan mulai menyala, kondisi jalan saat itu cukup sepi membuat kami semua bergidik ngeri. Terbatasnya lampu penerangan jalan ketika kita akan melewati tikungan curam dijalan menurun tersebut membuat bapak harus memelankan laju kendaraan. Setelah melewati tikungan tersebut disisi jalan terdapat sumber mata air jernih yang selalu penuh, tidak besar memang tapi membuat suasana semakin dingin dan mencekam. Saat hendak melewati sisi sumber mata air tersebut mama berkata "nok, bilang permisi", akupun berkata "mit-amit mbah, putune ajeng liwat" (permisi mbah, cucunya mau lewat), kemudian kita melewatinya dan kembali terdiam.



"Pak itu apa ?" tanyaku memecah keheningan saat itu, bapak terdiam tidak bergeming sedikitpun, dan tetap melajukan sepeda motornya dengan tenang. Tak lama mama memelukku dengan erat dari belakang sambil berkata "pak, ayo cepet, itu apa yang jalan disebelah kita". Sosok bayangan hitam legam tinggi berjalan beriringan dengan sepeda motor bapak. Kita semua ketakutan, aku menutup mataku, bapak mempercepat laju kendaraan serta mama yang tak henti-hentinya membaca doa untuk perlindungan dari gangguan makhluk astral. Sialnya secepat apapun motor melaju tetap tak dapat mendahului makhluk tersebut, perjalanan terasa amat panjang dan melelahkan.



Aku membuka mata dan menoleh kebelakang untuk memastikan keberadaan makhluk tersebut, seketika mama melarangku dan menyuruhku untuk tetap melihat ke arah depan. Rupanya mama terlebih dahulu memberanikan diri melihat kaca spion motor, dan sosok itu masih mengejar kami. Mama terus memelukku dan bapak dengan erat serta terus berdoa hingga makhluk itu memudar dan menghilang. Kata mama makhluk itu mulai tidak mengikuti kita saat sampai di jembatan penyeberangan karena memang lampu jalanan sangat terang disana.



Kita melanjutkan perjalanan dengan rasa was-was dan takut. Akhirnya kita sampai di rumah nenek, mama langsung menceritakan kejadian tersebut dengan keluarga yang lainnya. Tak disangka rupanya bapak ikut bercerita bahwa dia juga melihatnya. Menurut pengetahuan keluarga di desa, makhluk itu adalah penunggu sumber mata air tersebut. Pengalaman ini adalah yang pertama kalinya bagi bapak dan mama. Aku mengingat jelas bentuk dan gayanya saat mengejar kita waktu itu, tapi aku baru tau saat itu kalau sebutannya adalah om wowo (biar sedikit friendly sebutannya).

Perlu kalian tahu ya guys, aku menceritakan ulang kejadian-kejadian ini sama dengan mengingat kembali perasaanku saat itu, sejujurnya sulit dan takut karena seolah bayangan-bayangan itu kembali muncul berputar diotakku. Apalagi aku harus mencari ilustrasi gambar yang kurang lebih mirip dengan apa yang aku lihat, semakin menjadikannya jelas dalam ingatanku hihi. Oh iya setiap aku menulis ulang, memeriksa ejaan dan proses editing rasanya suasana disekitarku dingin dan jujur saja aku takut apabila sosok yang aku ceritakan muncul disekitarku. Tapi aku akan tetap bercerita karena gabut wkwk.

Sekian dulu yah guys cerita kali ini, nantikan terus update Daily Horrorku selanjutnya.. bay bay.. 

Disqus Comments