Kamis, 09 Desember 2021

Mitos Menutup Pintu Ketika Waktu Magrib Tiba



Hallo sobat horror semua, mimin kembali menulis cerita nih setelah hampir 3 bulan istirahat karena jujurly setelah nulis horror pasti sakit badan, mereka kembali menemuiku sekedar "say hay" karena merasa terpanggil ada yang ingat mereka. Huuuhhh sungguh membuka ingatan lama sambil nostalgia moment bersama almh. nenekku tercinta. Miss you mbah 😘


Mbah adalah panggilanku ke nenekku, mbah juga yang sering memanggilku hanya untuk sekedar memperlihatkan apa yang dia lihat, seperti kisah yang akan aku ceritakan kali ini. Yaitu ada mitos orang jawa yang setiap menjelang magrib dipercayai yaitu waktu pintu dunia para makhluk astral dibuka, sehingga kita para manusia diwajibkan menutup pintu rumah agar mereka tidak bisa masuk. Sehingga setiap pukul 17:30 WIB nenek berpatroli ke rumah anak dan cucunya untuk absen pintu, rutinitas ini selalu dijalankan nenek, tak heran juga setiap ada yang lupa tutup pintu pasti kena omelan nenek.



Tidak jarang juga saudaraku yang lelah seharian bekerja kemudian kena omelan nenek yang cukup pedas menjadi tersulut emosinya. Mendengar pertengkaran mereka membuatku yang suka kedamaian ini ikutan marah, aku ajak nenek pulang saat itu dan malah aku yang menjadi marah ke nenek. Pada saat itu aku baru kelas 6 SD masih labil syekalii. Setelah nenek tenang karena tetap saja ujung-ujungnya aku diomelin balik wkwk, akhirnya nenek mulai bercerita bahwa waktu magrib itu banyak lelembut (makhluk astral dalam bhs. jawa) lewat. Akupun menyahut kalau lelembut kan gak hanya malam, bahkan siang juga aku sering lihat. Yang ini berbeda kata nenekku saat itu, kemudian suara adzan pun berkumandang. Nenek bergegas menutup pintu dan membuka gorden jendela, sambil memanggilku.

Lihat, kamu pernah lihat yang begitu belum ? itu biasanya ada saat magrib saja, kata nenek.


Aku melihat dua anak kecil laki-laki sekitar 6 atau 7 tahunan sedang berlarian dan bergandengan tangan, mereka mengenakan baju jaman kerajaan dulu, baju rompi merah dengan list berwarna emas satu set dengan celana pendeknya, kemudian balutan kain jarik dari pinggul hingga atas lutut dan ikat kepala dengan motif sama dengan kain jariknya (jadi set bajunya kira-kira seperti yang ada digambar, tapi tidak bawa kuda mainan yah). Dalam hatiku "itu anak siapa sih, seperti akan bermain kuda lumping saja". Anehnya mereka sangat gesit dan hanya main disepanjang jalan depan rumah nenek sesekali singgah didepan rumah saudaraku yang memiliki anak seusia mereka berdua. Tak lama merekapun seolah hilang tertiup angin, aku bertanya kepada nenek "mbah, mereka siapa?". "Mereka sedang mencari teman bermain untuk diajak ke dunia mereka" kata nenek yang membuatku bergidik ngeri. Disitu aku paham kenapa nenek selalu dan selalu berpatroli karena dia menyayangi anak cucunya, nenek tidak mau ada yang terluka atau ada yang mendapat gangguan dari makhluk astral.

Akhirnya aku sering ikut nenek berpatroli agar tidak ada yang berantem lagi, malah aku yang suka nyolot kalau ada yang membentak nenekku hihihi. Akhirnya semuapun mengerti dan mitos ini tetap dipercayai oleh keluarga besarku hingga saat ini. Love you mbah 💗 kami semua menyayangimu Al-Fatihah.

Yaaakkk sekian cerita jawa yang bukan serem sih, hanya pasti ada value dibalik mitos yang ada. Boleh percaya atau tidak, tapi selama saya tinggal di tanah sunda sudah satu tahun ini, ternyata disini juga berlaku mitos ini. Ku pikir hanya ada di Jawa saja
hehe. Cerita juga gimana kalau didaerah kalian dong, komen yak. babay

Disqus Comments